1 Dec, 2025 | Admin Puskesmas | No Comments
Tingkatkan Literasi, Puskesmas Panekan Terima Bantuan 100 Buku dari Perpusnas RI
Dalam upaya memperkuat kecakapan literasi masyarakat secara merata, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tingkat Kabupaten/Kota meluncurkan inisiatif yang inovatif. Melalui program Bantuan Buku untuk Perpustakaan Puskesmas Tahun 2025, akses terhadap bahan bacaan berkualitas kini dibawa lebih dekat kepada masyarakat, tepatnya melalui fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjangkau masyarakat luas. Ruang tunggu puskesmas yang biasanya hanya menjadi tempat antre, kini disulap menjadi ruang publik yang memberdayakan wawasan.
Sebanyak 500 perpustakaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Penetapan ini tertuang secara sah dalam Surat Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 156 Tahun 2025 tentang Penetapan Perpustakaan Penerima Bantuan Buku untuk Perpustakaan Puskesmas Tahun 2025..
Harapan dan Dampak Program
Hadirnya koleksi buku baru di lingkungan puskesmas membawa sejumlah harapan besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, antara lain:
-
Memperkaya Koleksi Bacaan: Menyediakan variasi buku yang menarik dan bermanfaat bagi pasien maupun pengantar pasien.
-
Meningkatkan Budaya Membaca: Memanfaatkan waktu luang saat menunggu layanan medis dengan kegiatan positif yang merangsang literasi.
-
Menciptakan Lingkungan yang Edukatif: Menjadikan puskesmas tidak hanya sebagai pusat pengobatan fisik, tetapi juga ruang yang informatif dan ramah literasi.
-
Menjadi Jembatan Pengetahuan: Memberikan informasi yang relevan untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup, terutama dalam hal pemahaman seputar kesehatan.
Literasi dan Kesehatan yang Berjalan Beriringan
Kehadiran perpustakaan atau pojok baca di puskesmas membuktikan bahwa literasi dan kesehatan adalah dua hal yang dapat saling melengkapi. Membaca tidak hanya mampu membuka wawasan, tetapi secara psikologis juga dapat mengalihkan rasa cemas masyarakat yang sedang menunggu giliran berobat.
SDiharapkan dengan adanya bantuan buku
ini mampu menjadi jembatan pengetahuan yang kokoh untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara intelektual.

Write Reviews
Leave a Comment
No Comments & Reviews