Blog

 

Peningkatan Kualitas Pelayanan Melalui Sarana Pengaduan di UPTD Puskesmas Panekan

UPTD Puskesmas Panekan terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan responsif bagi seluruh masyarakat. Selain memastikan mutu fasilitas dan peralatan medis, puskesmas juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, saran, maupun masukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan.

Jenis Layanan di UPTD Puskesmas Panekan

Sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama, UPTD Puskesmas Panekan menyediakan berbagai layanan kesehatan, antara lain:

  • Pelayanan Rawat Jalan
    • Pemeriksaan umum
    • Konsultasi kesehatan
    • Tindakan medis ringan
  • Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
    • Pemeriksaan kehamilan
    • Pelayanan nifas
    • Pemantauan tumbuh kembang anak
  • Pelayanan Gizi
    • Konsultasi gizi
    • Penanganan gizi kurang/lebih
    • Pemantauan status gizi balita
  • Pelayanan Imunisasi
    • Vaksinasi rutin sesuai program pemerintah
  • Pelayanan Laboratorium Sederhana
    • Pemeriksaan dasar sebagai penunjang diagnosis
  • Pelayanan Kesehatan Lingkungan
    • Pengawasan sanitasi dan kesehatan masyarakat
  • Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
    • Pemeriksaan dan tindakan dasar kesehatan gigi

Jenis layanan dapat berkembang sesuai program kesehatan yang sedang berjalan, termasuk layanan promotif dan preventif bagi masyarakat.

Sarana Pengaduan yang Tersedia

Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan atau masukan melalui beberapa kanal resmi berikut:

  • Kotak saran
  • Telepon: (0351) 892445
  • Instagram: @puskesmas_panekan
  • Website: puskesmas-panekan.magetan.go.id
  • Email: panekan.pusk@gmail.com
  • Tatap muka langsung dengan petugas

Setiap kanal disiapkan agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam pengawasan dan peningkatan layanan.

Komitmen Respon dan Penyelesaian Pengaduan

Puskesmas Panekan berkomitmen memberikan respon awal maksimal 1 hari kerja sejak pengaduan diterima. Waktu penyelesaian disesuaikan dengan kompleksitas permasalahan, sehingga penyelesaian tetap tepat dan efektif.

Komitmen Keamanan dan Keselamatan Pelayanan

Untuk mendukung mutu pelayanan, Puskesmas Panekan memastikan bahwa:

  • Sarana dan prasarana gedung dirancang sesuai standar keamanan bagi pengguna dan petugas.
  • Seluruh peralatan medis memenuhi standar keamanan dan keselamatan.
  • Maklumat Pelayanan diterapkan sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan berkualitas.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Puskesmas Panekan turut serta dalam karnaval yang diselenggarakan oleh Kecamatan Panekan pada Rabu, 20 Agustus 2025. Acara yang dimulai pukul 12.30 WIB ini mengambil start dari Lapangan Rejomulyo dan berakhir di MAN 3 Panekan dengan penuh kemeriahan dan antusiasme masyarakat.

Dengan mengusung tema besar “Perjuangan, Budaya, Pendidikan, dan Pembangunan”, Puskesmas Panekan memilih menampilkan tema Perjuangan dan Budaya. Penampilan tersebut diawali dengan tarian adat Sulawesi yang diiringi lagu Si Patokaan, menampilkan kekayaan budaya nusantara sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya melestarikan tradisi daerah.

Selain itu, Puskesmas Panekan juga menyuguhkan drama kolosal perjuangan kemerdekaan Indonesia. Drama ini menggambarkan kondisi bangsa pada masa penjajahan, ketika rakyat pribumi mendapat penindasan dari penjajah. Adegan semakin hidup saat para tokoh pejuang hadir mengobarkan semangat untuk bangkit dan melawan, hingga akhirnya kemerdekaan dapat diraih.

Kehadiran Puskesmas Panekan dalam karnaval ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval. Selain sebagai hiburan, penampilan ini juga menjadi bentuk nyata Puskesmas Panekan dalam menanamkan nilai patriotisme, kebersamaan, serta pelestarian budaya di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, karnaval tahun ini diharapkan mampu memperkuat rasa cinta tanah air, sekaligus menjadi momentum untuk terus membangun bangsa menuju Indonesia yang lebih maju.

Merdeka!


Tingginya kasus TBC dan angka stunting pada balita di Kecamatan Panekan, Magetan mengalami kondisi serius. Balita dengan kondisi stunting terbukti memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah sehingga lebih rentan terinfeksi TBC.

Ironisnya, upaya skrining dini TBC pada kelompok ini kerap terkendala oleh stigma yang melekat di masyarakat. Banyak orang tua merasa malu atau takut membawa anaknya ke fasilitas kesehatan karena khawatir mendapat cap negatif dari lingkungan sekitar.

Melihat tantangan tersebut, Puskesmas Panekan merespons dengan pendekatan inovatif yang diberi nama PUSPA HUNTING (Puskesmas Panekan Hunter TB Stunting). Program ini lahir dari keprihatinan akan keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan serta kebutuhan mendesak akan deteksi dini TBC, terutama pada anak-anak balita stunting usia 0-5 tahun yang berada dalam masa emas pertumbuhan.

PUSPA HUNTING menggunakan strategi jemput bola, di mana tim kesehatan Puskesmas secara aktif mendatangi rumah-rumah warga. Pendekatan ini tidak hanya memudahkan deteksi dini kasus TBC, tetapi juga menjawab tantangan geografis dan psikologis yang menghambat kunjungan ke Puskesmas. Orang tua tidak perlu lagi merasa takut akan stigma atau kerepotan karena pemeriksaan dilakukan langsung di lingkungan mereka.

Lebih dari sekadar layanan medis, PUSPA HUNTING juga mengedepankan edukasi dan sosialisasi. Dengan pendekatan yang humanis, program ini mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya deteksi dan penanganan TBC serta stunting secara komprehensif. Upaya ini tidak hanya menyasar pemulihan fisik balita, tetapi juga transformasi pola pikir dan kesadaran kolektif masyarakat terhadap kesehatan anak.

Melalui PUSPA HUNTING, Puskesmas Panekan membuktikan bahwa inovasi layanan berbasis komunitas dapat menjadi kunci dalam memutus rantai penularan penyakit dan membangun generasi yang lebih sehat.

Program ini diharapkan tidak hanya mampu menurunkan prevalensi TBC dan stunting di Panekan, tetapi juga menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, guna mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan nasional.

SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT (SKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik.

Maksud dilaksanakannya survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di UPTD Puskesmas Panekan adalah untuk melihat persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang diselenggarakan untuk setiap jenis layanan. Sedangkan Kegiatan ini bertujuan untuk bahan evaluasi dan penyempurnaan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Panekan.

Tenaga Pelaksana Survei Kepuasan Masyarakat berasal dari Tim Survei Kepuasan Masyarakat UPTD Puskesmas Panekan yang sebelum melaksanakan kegiatan pengisian kuisioner adalah pembuat Barcode dari Aplikasi E SKM Kabupaten Magetan yang kemudian ditempel di bidang-bidang yang kemudian responden mengisinya menggunakan Hp langsung masuk kedalam Aplikasi.Pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2024 s.d. 31 Oktober 2024.

Berdasarkan hasil pengukuran SKM pada pelayanan-pelayanan tersebut maka Nilai Mutu Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Puskesmas Panekan Kabupaten Magetan periode Februari s.d. September Tahun 2024 adalah 86.82 (B), ini berarti kinerja pelayanan Puskesmas Panekan Kabupaten Magetan adalah Baik.

 

Sobat Sehat,
Dalam rangka mendukung kegiatan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif serta edukasi pencegahan penularan TBC ditingkat keluarga, masyarakat serta di tempat tempat khusus termasuk Sekolah, Pada hari Selasa tanggal 21 Maret Puskesmas Panekan melaksanakan kegiatan Skrining TBC di SMPN 1 Panekan, dengan sasaran secara random sampling sejumlah 100 siswa terdiri dari siswa putra dan siswa putri.

Berkolaborasi dengan Program PTM, AUSREM, KESLING dan PROMKES serta pelibatan masyarakat dalam hal ini Kader TBC Yabhysa Kecamatan Panekan, menjadikan serangkaian kegiatan skrining dan edukasi pencegahan TBC dalam momentum Hari TBC Sedunia merupakan salah satu upaya untuk “AYO AKHIRI TBC, INDONESIA BISA”

Haiii Sobat Sehat !!!!

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu faktor resiko sesorang mudah tertular Penyakit Menular Tuberkulosis (TBC) hal itu disebabkan penurunan daya tahan tubuh pada penderita PTM yang tidak terkontrol atau tidak terkendali.

Dalam rangka mewujudkan tenaga kesehatan berkwalitas untuk Indonesia Bebas TBC, Puskesmas Panekan berkolaborasi antara Program P2TBC, PTM dan Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Melakukan Skrining Penyakit TBC dan PTM kepada 90 Karyawan Puskesmas Panekan
Dari hasil skrining TBC apabila ditemukan gejala TBC maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler) . Untuk Pemeriksaan PTM, dilakukan pengukuran TB/ BB/ Lingkar Perut/ IMT, dan Vital Sign, selain itu juga dilakukan pemeriksaan Laboratorium meliputi Pemeriksaan Gula Darah , Asam Urat, Cholesterol (HDL, LDL, Trigliserida) dan pemeriksaan penunjang lain.

Jangan Ragu Untuk Melakukan Skrining Penyakit TBC dan Penyakit Tidak Menular (PTM) Ya Sobat Sehat,
AYO BERSAMA AKHIRI TBC, INDONESIA BISA !!

PENYULUHAN TBC DI DESA

Kita tinggal di daerah endemis TBC.

Koordinator Program P2 TBC bekerjasama dengan Koordinator Program Promosi Kesehatan melakukan penyuluhan tentang penyakit TBC di masyarakat, khususnya di Desa Ngiliran. Peserta penyuluhan adalah seluruh kader kesehatan desa. Materi disampaikan melalui diskusi tanya jawab. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok.

Koordinator Program Promosi Kesehatan memberikan pertanyaan dan setiap kelompok menjawab dengan menuliskan jawabannya di sebuah kertas. Koordinator Program P2 TBC menjelaskan materi tentang TBC melalui setiap jawaban dari kelompok-kelompok kecil kader. Melalui cara ini, ternyata kader kesehatan lebih mengerti pada materi, karena mereka lebih berperan aktif menggali jawaban.

Rencana Tindak Lanjut dari penyuluhan TBC di Desa Ngiliran ini adalah pelaksanaan skrining TBC pada balita stunting. Kegiatan skrining ini berhasil menjaring anak balita stunting yang ternyata tertular TBC.

TBC (Tuberkulosis)

Penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin selama 6 bulan. 

Pasien / penderita TBC membutuhkan DUKUNGAN dan MOTIVASI dari orang sekitar, karena pengobatannya cukup lama dan harus rutin. Oleh karena itu, MARI KITA DUKUNG penderitanya. KITA MOTIVASI agar rutin minum obat dan sembuh.

JAUHI PENYAKITNYA
BUKAN ORANGNYA

PUSPA HUNTING
(Puskesmas Panekan Hunter's TB-Stunting)

PUSPA HUNTING (Puskesmas Panekan Hunter’s TB-Stunting merupakan inovasi baru di Puskesmas Panekan.

PUSPA HUNTING merupakan kolaborasi antara program P2 TBC dan program gizi. Inovasi ini lahir karena kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Panekan semakin meningkat. Kasus TBC bukan hanya dari usia dewasa dan lansia, tetapi juga dari anak balita stunting.

 

Sosialisasi dan Pelatihan Driver Jekmil

Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Driver Jekmil dilaksanakan pada 16 November 2022 di Pendopo Kecamatan Panekan. Kegiatan ini menghadirkan Forkopimca Panekan, Kepala Desa/Kelurahan, petugas Puskesmas Panekan, beserta kader jekmil (ojek ibu hamil) dari setiap desa.

Sosialisasi disampaikan oleh Ibu Iin Rosita selaku inovator dari Puskesmas Bendo. Beliau menceritakan asal mula kader jekmil dan keberlanjutan dari inovasi ini.

Pelatihan diberikan oleh anggota Polres Magetan dengan materi teori dan praktek.

Karyawan / Karyawati UPTD Puskesmas Panekan melakukan jalan santai bersama dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-58.

kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai. Rute jalan santai mulai dari halaman puskesmas ke selatan, berjalan di sekeliling wilayah Kelurahan Panekan.

Usai kegiatan jalan santai, karyawan/karyawati UPTD Puskesmas Panekan melakukan perlombaan kecil dalam menjalin kerjasama antar karyawan.